Minggu, 06 Maret 2011

KUBU RAYA JADI SENTRA PERIKANAN KALBAR

Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebagai kabupaten termuda terus menggali potensi ekonomi lokal, secara khusus potensi perikanan, yang tersebar di banyak kecamatan. 
Kebijakan yang sudah dijalankan pada tahap awal yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat sudah melakukan pemetaan sumber daya ikan di setiap kecamatan. 
"Kubu Raya tidak tanggung-tanggung dalam mempersiapkan diri untuk memaksimalkan produksi perikanan, dan ini bermula secara swadaya menggunakan APBD sendiri," kata Kepala DKP Kubu Raya Supandri Usman. 
Dalam pemetaan itu, disebutkannya, untuk kecamatan Rasau Jaya saat ini sudah dijadikan sebagai sentral ikan lele. 
Kemudian Kecamatan Kubu, Terentang dan Batu Ampar akan dikembangkan budidaya ikah bandeng, nila, dan potensi perikanan lainnya, seperti kepiting dan udang. 
"Adapun kecamatan Kakap, Sungai Ambawang dan Sungai Raya juga akan dikembangkan budidaya ikan lainnya, sehingga setiap kecamatan yang ada di kabupaten ini memiliki produk perikanan tersendiri," ungkap Supandri. 
Tidak hanya potensi perikanan ikan air tawar dan air asin yang bisa diandalkan, kepiting dan udang galah juga menjadi salah satu varian perikanan yang memiliki prospek bagus untuk dikembangkan. 
Dari prospek tersebut, DKP Kubu Raya berusaha untuk mengembangkannya dengan membuat program-program budidaya yang melibatkan pemprov Kalbar dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan. 
"Potensi kepiting dan udang galah Kubu Raya cukup menjanjikan bila dikembangkan dengan baik. Bahkan, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan RI juga sudah mengakui bahwa kepiting dan udang galah di Kubu Raya lebih bagus kualitasnya dibanding daerah lainnya," ungkapnya. 
Hal itu dimungkinkan selain dagingnya yang padat, ukurannya juga besar, sehingga memiliki kualitas ekspor 
"Bayangkan saja, kalau kita makan di restoran, satu porsi kepiting, harganya mencapai puluhan bahkan ratusan ribu rupiah. Peluang ini yang akan kita tangkap," tambahnya. 
Supandri juga menjelaskan, untuk budidaya kepiting ini akan menggunakan konsep ramah lingkungan, terutama tempat hidup habitat kepiting. 
Di samping itu, budidaya kepiting dan udang nantinya akan menggunakan sistem tambak yang dibuat menyerupai habitat aslinya. 
"Kita akan mengkombinasikannya dengan sistem pertanian rumput laut," kata Supandri. 
Dukungan mengalir 
Komitmen Pemkab Kubu Raya untuk meningkatkan produksi perikanan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. 
Belum lama ini Dinas Perikanan Kubu Raya memperoleh bantuan Solar Paket Dealer Nelayan (SPDN) dari pemerintah pusat. 
Juga, Pemkab Kubu Raya kembali mendapatkan pinjaman dana berbunga lunak dari "International Food Agriculture dan Development" (IFAD). 
"Hal yang paling membanggakan, karena untuk Kalbar, hanya Kubu Raya yang mendapatkan pinjaman IFAD ini. Dasar penetapannya kami juga tidak paham tapi saat ini Kubu Raya terus mendapat kejutan, dengan banyaknya bantuan yang terus mengalir untuk mendukung berbagai program yang ada," kata Ketua Komisi B DPRD Kubu Raya Suprapto. 
Dikatakannya, pinjaman dana dari IFAD ini akan berikan kepada Kubu Raya selama lima tahun berturut-turut, mulai tahun 2011 hingga 2016. 
"Dan tak lupa ada dana PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Setiap tahunnya bisa Rp1 miliar," ucapnya. 
Di Kubu Raya untuk tahap awal pengucuran dananya akan dipusatkan di Kecamatan Sungai Kakap, Kubu, dan Teluk Pakedai-Padang Tikar. "Tiga kecamatan dulu, selanjutnya menyusul wilayah lain," kata Suprapto yang duduk di komisi yang membidangi pertanian dan perikanan itu. 
Sentral Perikanan 
Penggalian potensi perikanan, dalam tekad Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, sebagai upaya daerahnya bisa terus meningkatkan produksinya dan menjadi produsen utama perikanan di Provinsi Kalbar. 
"Karena fakta setelah pemetaan sumber daya ikan, potensinya besar dan menjanjikan," kata Muda Mahendrawan optimistis. 
Namun lebih dari itu, lanjutnya, melalui pembudidayaan ikan dengan pemberdayaan nelayan dan petani perikanan, diharapkan jumlah pengangguran di kabupaten ini dapat terus dikurangi. 
"Program-program di bidang perikanan diarahkan kepada pemasyarakatan pembudidayaan ikan," katanya. 
Dikatakannya, dalam APBD 2010 Pemkab Kubu Raya juga disiapkan anggaran yang cukup besar untuk sektor perikanan. 
Untuk ke depan, menurut dia, kabupatennya berencana membuat balai benih yang akan dipusatkan di Gunung Ambawang Kecamatan Kubu. 
"Saat ini sudah disurvei, dan pemerintah pusat juga sudah memberikan lampu hijau untuk pembuatan balai benih ini," ungkap Muda. 
Bagi Kepala DKP Kubu Raya Supendri, komitmen sungguh-sungguh dari kepala daerah dan kepercayaan pemerintah pusat menjadikan instansinya optimistis mampu memaksimalkan produksi perikanan yang ada. 
Sesuai dengan program yang dicanangkan Pemprov Kalbar, Kabupaten Kubu Raya akan merengkuh sebagai sentral perikanan Kalbar.
(ant-Rendra Oxtora)

JASA PERIKANAN-CV.TIGA BINTANG BIRU